Perjalanan jauh sering membuat jadwal olahraga berantakan. Waktu yang sempit, ruang terbatas, hingga tubuh yang lelah akibat duduk terlalu lama bisa mengurangi motivasi berolahraga sesuai jadwal. Padahal, kamu masih bisa menjaga kebugaran hanya dengan latihan singkat sekitar 5-15 menit.
Inilah yang dinamakan dengan travel-friendly workout. Selain singkat, tipe latihan ini cocok untuk para traveler karena tanpa alat dan tidak membutuhkan banyak ruang untuk mengakomodasi keterbatasan tempat di hotel maupun area bandara.
Karakteristik latihan saat bepergian biasanya meliputi:
- Efisiensi: durasi pendek dengan intensitas cukup ala micro workouts.
- Zero equipment: tanpa alat, hanya mengandalkan berat tubuh.
- Low-impact: tidak mengganggu penumpang sekitar atau tamu hotel lainnya.
- Adaptif: bisa dilakukan di ruang kecil dan area publik.
Apa pentingnya Travel-Friendly Workout?
Duduk berjam-jam di pesawat, kereta, atau mobil bisa membuat otot punggung, leher, dan pinggul kaku. Dengan latihan terarah, kamu bisa mengurangi pegal-pegal akibat duduk lama di kendaraan. Latihan ringan membantu melancarkan aliran darah, melepaskan ketegangan otot, dan mengurangi risiko nyeri pinggang serta bahu.
Selain itu, energi dan fokus bisa meningkat dengan travel-friendly workout. Saat transit panjang yang biasanya menguras banyak energi dan memerlukan fokus, latihan singkat bisa meningkatkan sirkulasi oksigen dan hormon energi untuk menghilangkan rasa kantuk, membuat tubuh kembali terjaga, serta meningkatkan konsentrasi saat harus memperhatikan pengumuman dari maskapai.
Travel-friendly workout juga bisa menjaga mood dan mengurangi stress selama perjalanan. Aktivitas fisik memicu pelepasan endorfin yang membantu mengurangi tekanan mental akibat antrean, delay, atau jet lag, meningkatkan suasana hati, dan membantu tidur lebih nyenyak di hotel.
Tahukah kamu jika perjalanan panjang bisa meningkatkan risiko pembekuan darah? Nah, travel-friendly workout bisa meminimalisir pembekuan darah karena latihan ringan seperti calf raise, ankle circles, dan marching in place membant melancarkan peredaran darah kaki dan mencegah bengkak.
Kebiasaan olahraga yang sudah terbangun juga akan terjaga apabila kamu rutin menjalankan travel-friendly workout. Biasanya, melanggar rutinitas akan menjadi kebiasaan buruk yang memengaruhi disiplin. Karena travel-friendly workout tetap memungkinkan kamu untuk berolahraga, maka akan lebih mudah nantinya untuk kembali ke rutinitas latihan semula setelah berpergian. Kamu bisa menghindari penurunan performa fisik sekaligus mempertahankan ritme olahraga harian.
Karena sudah disesuaikan dengan pola perjalanan jauh, travel-friendly workout tidak akan mengganggu jadwal traveling kamu. Workout bisa dilakukan secara singkat di kamar hotel, area boarding, bahkan lorong bandara, sehingga tidak perlu mencari gym atau menyiapkan pakaian olahraga khusus.
Apabila sering jet lag, travel-friendly workout sangat efektif membantu adaptasi tubuh. Latihan yang dilakukan pada dasarnya membantu sinkronisasi ritme sirkadian dengan meningkatkan sirkulasi, mempersiapkan tubuh untuk tidur, dan menjaga energi tetap stabil.
Kamu juga bisa mendapatkan manfaat estetika karena kebiasaan duduk lama saat perjalanan jauh bisa berpengaruh buruk pada postur tubuh. Dengan latihan sederhana yang difokuskan pada penguatan core, dada, dan bahu, kamu bisa melawan efek postur bungkuk yang muncul akibat duduk lama.
Contoh program latihan dalam Travel-Friendly Workout
Ada begitu banyak macam program yang bisa kamu terapkan saat berpergian, karena jenis latihan ini pada dasarnya hanya memastikan badan tetap bergerak dan tidak kaku akibat duduk terlalu lama. Untuk mempermudah penerapannya, berikut klasifikasi program travel-friendly workout berdasarkan tempat dan situasi:
Workout di Kamar Hotel
Berdurasi 5–12 menit, jenis latihan ini umumnya memiliki low-impact untuk menghindari suara berlebih yang bisa mengganggu ketenangan tamu lainnya di hotel.
1. Full Body Mobility dan Aktivasi
Berdurasi total 5 menit saja, travel-friendly workout ini cocok untuk dilakukan setelah bangun tidur atau jet lag, dan terdiri atas:
- 30 detik Cat-Cow Standing
- 1 menit Arm Circles dan Shoulder Opener
- 1 menit Hip Opener Flow
- 1 menit Standing Walk-in-Place
- 1 menit Calf Raise Slow
2. Hotel Room HIIT Low-Impact
Dengan durasi antara 10-12 menit, latihan ini menggabungkan metode 40 detik kerja dan 20 detik istirahat:
- Squat Reach
- Reverse Lunge bergantian
- Plank Walk-Back tanpa loncat
- Standing Knee Drive
- 1 menit Wall Sit
3. TABATA Style
Dilakukan dalam 4 gerakan, latihan ini bisa dilakukan 2–3 kali dengan durasi total 8-12 menit:
- High Knees
- Push-up
- Squat Jumps (bisa digantikan air squat kalau capek)
- Plank Jack
4. Empat Ronde Circuit
Lakukan sebanyak mungkin repetisi setiap gerakan berikut dengan teknik yang tepat dalam 40-45 detik, lalu lanjut ke gerakan berikutnya.
- Burpee
- Mountain Climbers
- Push-up
- Air Squat atau Bulgarian Split Squat
- Plank Shoulder Taps
- Lunge Alternating
- Tricep Dips
- Bicycle Crunches atau Russian Twists
5. Latihan dengan Alat Sederhana
Jika sempat membawa resistance band mini dalam barang bawaan, kamu bisa melakukan gerakan-gerakan ini:
- Banded Squat + Overhead Press
- Banded Row
- Banded Glute Bridge
- Lateral Walk
- Pull-apart
6. Stretching dan Mobility
Jika jadwal kamu terlalu padat dan baru sempat melakukan travel-friendly workout sebelum tidur, lakukan rutinitas 5 menit ini sebagai solusi:
- Pigeon pose untuk pinggul
- Couch stretch untuk paha depan
- Thread the needle untuk punggung atas
- Neck dan wrist circles jika banyak duduk di pesawat
Workout di Bandara
Tak hanya di hotel, latihan fisik saat berpergian juga bisa dilakukan di bandara atau tempat umum lainnya. Namun agar tidak mencolok dan mengganggu ketertiban umum, program latihan ini biasanya dirancang sesederhana dan sehalus mungkin.
Gerakan Mobilitas Tenang (5 menit)
- 1 menit Neck Mobility
- 1 menit Shoulder Rolls
- 1 menit Seated Spinal Twist
- 1 menit Toe Taps dan Ankle Circles
- 1 menit Hamstring Stretch Berdiri
Gerakan Aktivasi Tubuh (3–5 menit)
- 1 menit Marching in Place perlahan
- 1 menit Calf Raises
- 1 menit mini squats
- 30-40 detik Standing Leg Swings untuk masing-masing kaki
Gerakan Simpel Sambil Menunggu Boarding
- Walking lunges di koridor sepi
- Calf Raises sambil antre boarding
- Wall Sit di dinding gate
- Incline Push-up di bangku bandara
- Single-leg Romanian Deadlift dengan koper kecil sebagai counterbalance
Workout Cepat Saat Transit
Sudah dalam perjalanan tapi fokus terganggu karena harus transit? Daripada bosan menunggu, sisihkan waktu 3-5 menit untuk meningkatkan mood dengan latihan-latihan ini:
| 3 Menit Flow 20x Bodyweight Squats 20x Standing Knee-to-Chest 20x arm swings 1 menit Side-to-side Steps | Alternatif 5 Menit(hanya jika beristirahat di hotel) 30 detik Plank 30 detik Glute bridge 30 detik Push-up 1 menit Lunges 1 menit Slow Burpees tanpa loncat |
Tips efektif latihan fisik saat traveling
- Pakai sepatu olahraga jika bisa dimasukkan dalam daftar barang bawaan. Jika tidak memungkinkan, lakukan latihan secara barefoot di karpet kamar hotel.
- Lakukan pemanasan 2–3 menit sebelumnya, bisa dengan jumping jacks, high knees, arm circles, dsb.
- Agar tubuh tetap terhidrasi, jangan lupa cukupi kebutuhan air minum dan lakukan latihan di area ber-AC atau berventilasi bagus.
- Gunakan timer atau alarm.
- Jaga motivasi dengan prinsip-prinsip seperti “kalau sempat mandi, maka harussempat olahraga.”
- Saat di bandara, pilih gerakan yang tidak perlu duduk atau tidur di lantai.
- Gunakan furnitur kamar hotel yang memadai untuk variasi latihan.
- Lakukan micro workouts 1 menit setiap 1-2 jam perjalanan.
- Pilih pakaian yang nyaman agar tidak mencolok saat latihan di bandara.
- Susun jadwal sebaik mungkin.
Contoh jadwal travel-friendly workout untuk 1 hari perjalanan
| Sebelum berangkat | 5 menit mobilitas |
| Menunggu boarding | 3 menit aktivasi |
| Di pesawat | Ankle Circles + Shoulder Rolls tiap 1 jam |
| Setelah tiba di hotel | 10 menit HIIT low-impact |
| Sebelum tidur | 3 menit stretching |
Dengan rutin melakukan latihan saat traveling, kamu bisa menjaga badan tetap fresh meski harus duduk lama di pesawat atau mengalami jet lag. Cukup dengan 15 menit saja setiap hari, kamu juga bisa memiliki tidur yang lebih nyenyak dan tidak perlu mulai latihan dari nol lagi saat pulang.



