Rekomendasi Trek Lari dan Hiking Populer di Indonesia

Lari dan hiking kembali menjadi tren dan untungnya di Indonesia banyak trek lari dan hiking untuk memenuhi tren olahraga tersebut.

Salah satu tren kebugaran yang terus menanjak belakangan ini adalah lari dan hiking. Keduanya sama-sama menuntut stamina dan endurance, tetapi banyak digemari karena mudah dilakukan dan bisa meningkatkan kesehatan fisik maupun mental. Para pecinta hiking bahkan bisa mendapatkan bonus pemandangan alam sehingga bisa berolahraga sambil wisata.

Indonesia punya banyak trek lari dan hiking untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Menariknya, trek-trek tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada jalur urban yang nyaman untuk jogging santai hingga pendakian gunung dengan lintas alam yang memiliki tingkat kesulitan beragam. Keragaman ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi populer di kalangan komunitas trail running internasional.

Dari sekian banyak trek lari dan hiking di Indonesia, apa saja yang paling populer dan layak dicoba?

Dago & Tahura Loop – Bandung

Tahura Loop Bandung

Kawasan Dago dan Tahura di Bandung merupakan salah satu trek lari paling dikenal di Indonesia, terutama bagi pecinta road running dan trail running ringan. Komunitas lari lokal maupun luar kota memfavoritkan area ini karena kombinasi udara sejuk, kontur menanjak khas Bandung Utara, serta panorama hutan pinus yang ditawarkan.

Dago dan Tahura terletak tidak dari pusat kota Bandung, sehingga kamu tidak perlu mengkhawatirkan kemudahan aksesnya. Banyak pelari menyebut trek ini sebagai salah satu lokasi hill training terbaik di Indonesia karena memiliki elevasi yang konsisten dan pemandangannya tidak membosankan.

Karakter rute Dago dan Tahura Loop menampilkan kombinasi jalan aspal, tanjakan panjang, dan jalur hutan yang cukup variatif. Banyak pelari memulai rute dari kawasan Dago Atas, lalu menuju Tahura Ir. H. Djuanda, kemudian kembali melalui Dago Pakar atau area Bukit Bintang.

Beberapa loop yang sering dipakai antara lain:

  • Dago Bawah – Dago Atas PP: sekitar 8–10 km
  • Dago – Tahura – Bukit Bintang loop: sekitar 12–18 km
  • Tahura trail section: fleksibel 5–15 km tergantung jalur

Kontur tanjakan panjang di area ini membuat pace lari biasanya lebih lambat dibanding city run biasa. Area ini rutin digunakan komunitas lari Bandung untuk Sunday long run, hill repeat session, persiapan half marathon dan marathon, trail running pemula, dll.

Pagi hari biasanya menjadi waktu yang paling ramai, terutama saat akhir pekan ketika cuaca berkabut tipis dan lalu lintas belum terlalu padat.

Nusa Dua & Sanur Beach Run – Bali

Sanur Beach Trail

Kawasan Nusa Dua dan Sanur di Bali menjadi salah satu destinasi lari populer berkat jalur pedestrian yang panjang, pemandangan laut terbuka, serta atmosfer tropis yang nyaman untuk jogging maupun long run. Karena itu, tak heran jika kedua area ini sangat digemari wisatawan, komunitas lari, hingga atlet triathlon.

Berbeda dengan trek perbukitan seperti Dago atau Sentul, jalur di Nusa Dua dan Sanur cenderung datar datar dengan panorama sunrise yang ikonik sehingga cocok untuk easy run, recovery run, long distance pacing, interval ringan, dan latihan marathon dengan pace stabil.

Baca juga:  Workout Hemat di Gym Komunitas: Alternatif Latihan Terjangkau di Kota Besar

Di Sanur, kamu dapat menikmati jalur pesisir yang membentang cukup panjang, Ada area paving khusus yang disediakan sehingga kamu bisa berlari dengan nyaman tanpa gangguan kendaraan. Sementara di Nusa Dua, kawasan ITDC menyediakan area pedestrian rapi dengan suasana resort dan pantai yang bersih.

Banyak pelari memulai sesi latihan sejak pukul 05.30 pagi untuk menikmati udara yang masih sejuk dan langit pantai Bali yang cerah. Selain itu, suasana pagi biasanya terasa hidup karena adanya aktivitas dari pesepeda santai, yoga pantai, juga kafe tepi laut yang mulai buka sejak pagi.

Beberapa rute populer di Nusa Dua dan Sanur Beach Run antara lain:

  • Sanur Beach Path: sekitar 5–10 km fleksibel
  • Nusa Dua coastal loop: sekitar 7–12 km
  • Kombinasi long run Sanur: dapat mencapai lebih dari 15 km

Bogor Trail Run – Sentul

Cisadon Trail

Sebagai salah satu pusat trail running paling populer di Indonesia, Bogor memiliki kombinasi hutan tropis, perbukitan, jalur tanah, sungai kecil, dan elevasi yang ideal untuk latihan endurance. Kawasan Sentul, Hambalang, hingga kaki Gunung Salak merupakan lokasi favorit komunitas trail run dari area Jabodetabek maupun pelari nasional.

Dalam satu sesi lari, Bogor Trail Run bisa menawarkan variasi medan yang lengkap karena terdiri atas:

  • Jalur tanah merah
  • Trek berbatu
  • Tanjakan bukit
  • Jalan setapak hutan
  • Persawahan dan sungai kecil

Keragaman terseut membuat trek ini cocok untuk berbagai level pelari. Untuk pemula, jalur ringan Sentul dan Leuwi Hejo bisa menjadi pilihan. Intermediate disarankan fokus di Hambalang dan Gunung Pancar, sementara level Advanced bisa memanfaatkan jalur kaki Gunung Salak dan lintasan ultra trail.

Dari segi jangkauan, area Sentul menjadi titik paling populer karena aksesnya dekat dengan Jakarta meskipun nuansa alamnya kuat. Ini adalah “escape” favorit pelari kota yang ingin berlatih di alam tanpa perjalanan terlalu jauh.

Kontur rolling hill yang konsisten membuat kawasan Bogor Trail Run sangat efektif untuk latihan stamina, hill training, persiapan trail race, dan long run dengan elevasi. Banyak komunitas trail running Jakarta dan Bogor rutin mengadakan weekend trail run, sunrise run, exploration run, dan simulasi race ultra trail di sini.

Beberapa rute yang sering digunakan antara lain:

  • Sentul Jungle Loop: sekitar 8–15 km
  • Gunung Pancar trail: sekitar 5–10 km
  • Hambalang rolling hills: sekitar 12–20 km
  • Salak foothill trail: lebih dari 20 km untuk ultra training

Yang perlu diwaspadai, trek ini bisa menjadi jauh lebih teknikal saat hujan karena jalur tanah berubah licin dan berlumpur. Meskipun demikian, kawasan ini tetap menjadi salah satu pusat perkembangan trail running terbesar di Indonesia karena bisa menawarkan pengalaman lari alam yang lengkap tanpa harus pergi jauh dari Jakarta.

Gunung Prau – Dieng

Gunung Prau Dieng

Untuk trek hiking, Gunung Prau menjadi salah satu yang paling populer bagi pemula dan pencinta camping sunrise. Dengan ketinggian sekitar 2.565 mdpl , Gunung Prau dikenal luas karena panorama golden sunrise serta hamparan bukit bergelombang yang fotogenik.

Baca juga:  Rekomendasi Gym Ramah Gen Z di Bali

Dari puncak, pendaki dapat melihat deretan gunung besar Jawa Tengah seperti Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu. Saat cuaca cerah, lautan awan dan cahaya matahari pagi menciptakan view yang menjadi favorit pendaki.

Gunung Prau sering direkomendasikan untuk pendaki pemula karena jalurnya relatif pendek, medan tidak terlalu teknikal, dan waktu tempuh cukup singkat. Rata-rata pendakian menuju puncak membutuhkan waktu sekitar 2-4 jam tergantung kondisi fisik. Banyak basecamp dan fasilitas pendukung juga bisa ditemukan di trek ini.

Gunung Batur – Bali

Gunung Batur Bali

Selain Gunung Prau, Batur juga menjadi pendakian sunrise populer  dengan trek yang relatif ramah pemula. Gunung ini terkenal memiliki trek pendakian singkat, sunrise dengan panorama Danau Batur, dan lanskap vulkanik unik.

Pendaki yang sampai di puncak dapat menikmati pemandangan Kaldera besar Kintamani, Gunung Agung, juga Lautan awan saat cuaca cerah. Sebagai informasi, sunrise di Gunung Batur adalah salah satu aktivitas outdoor paling terkenal di Bali. Itulah mengapa, sebagian besar pendakian dimulai sekitar pukul 02.00–04.00 pagi.

Jalur Gunung Batur didominasi oleh tanah vulkanik, batu lava, tanjakan sedang, dan jalur terbuka tanpa banyak vegetasi. Beberapa bagian akan cukup licin saat musim hujan karena material pasir dan kerikil vulkanik.

Durasi trekking rata-rata di sini adalah sekitar 1.5-3 jam untuk naik dan 1-2 jam untuk turun. Aksesnya cukup mudah karena tidak jauh dari kawasan wisata Bali.

Gunung Rinjani – Lombok

Gunung Rinjani Lombok

Sebagai salah satu trek hiking paling terkenal di Asia Tenggara, Rinjani memiliki lanskap yang sangat dramatis. Pendaki akan melewati savana luas khas Sembalun, jalur hutan tropis, punggungan gunung dengan view awan, danau kawah Segara Anak, dan Gunung Barujari aktif di tengah kaldera. Sayangnya, Rinjani tidak direkomendasikan untuk pemula.

Gunung ini tergolong ideal untuk pendakian menengah hingga berat karena:

  • Elevasi tinggi
  • Cuaca cepat berubah
  • Jalur pasir curam menuju puncak
  • Durasi trekking panjang

Jalur utama yang paling populer di Rinjani antara lain:

Jalur SembalunJalur Senaru
Paling populer untuk summit attack
Medan lebih terbuka dan landai di awal
Cocok untuk pendaki yang mengejar puncak 
Didominasi hutan tropis
Lebih curam dan lembap
Favorit untuk menikmati panorama kaldera 

Sebagian besar pendaki mengombinasikan dua jalur tersebut untuk durasi hiking 2–4 hari. Bagian paling berat biasanya berada pada summit attack dini hari dari Plawangan Sembalun menuju puncak.

Tips Memilih Trek

Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa setiap trek punya kapasitasnya masing-masing. Gunung Prau dan Batur direkomendasikan untuk pemula, sementara Gunung Rinjani lebih aman untuk yang sudah berpengalaman. Jika ingin trail running ringan, Sentul, Dago Tahura, dan Sanur Beach Run bisa menjadi area yang sangat ideal.

Mengingat komunitas hiking dan trail running di Indonesia yang terus berkembang, banyak trek kini memiliki guide lokal, paket open trip, hingga event trail run tahunan. Kamu bisa memanfaatkan layanan tersebut jika belum berpengalaman menelusuri trek lari ataupun hiking secara individual.

Avatar untuk Galuh M

Tentang Penulis

Penulis yang berkecimpung di platform digital sejak 2014. Hobi baca buku dan nonton film, sedang menumbuhkan minat untuk hidup lebih sehat.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebelumnya

Si Pewangi Nasi dan Kue yang Kaya Antioksidan: Pandan

Program Latihan

Killer Abs

Kesulitan

Mudah

10

menit

Alat

Tanpa Alat

Otot

Fleksor Pinggul, Inti (Core), Perut Bawah, Perut Samping, Perut Six Pack

Killer Abs

Bakar Kalori & Lemak Workout

Kesulitan

Menengah

13

menit

Alat

Tanpa Alat

Otot

Betis, Bokong, Fleksor Pinggul, Hamstring, Paha Depan, Perut Six Pack

Bakar Kalori & Lemak Workout

Full Body – Membara!! Workout

Kesulitan

Susah

6

menit

Alat

Pull-up Bar

Otot

Betis, Dada, Hamstring, Paha Depan, Sayap / Lats, Trapezius, Trisep

Full Body – Membara!! Workout

Lihat semua program latihan