The King of Pop, Michael Jackson, telah menciptakan sebuah karya fenomenal berjudul Black or White (rilis 1991). Sebuah lagu yang bertema anti diskriminasi terutama rasisme, bukan hanya dinampakkan pada syair namun video klip lagu ini secara unik mewujudkannya dalam suguhan visual yang sangat menarik. Judul lagu yang diambil dari perbedaan warna kulit hitam dan putih yang melambangkan perbedaan ras ini, kadang disalahpahami sebagai curhatan MJ, begitu ia suka dipanggil, karena kondisinya sebagai orang yang hidup dengan Vitiligo. Suatu kondisi yang dialami sejak tahun 80-an, berupa bercak-bercak putih pada wajah dan beberapa bagian tubuhnya . Meskipun pengalaman pribadinya dengan vitiligo dan reaksi publik kemungkinan besar memengaruhi rasa frustrasinya secara umum terhadap isu-isu terkait ras, lagu tersebut merupakan pernyataan artistik yang disengaja tentang tema toleransi dan penerimaan manusia satu sama lain (mutual understanding). Ia pertama kali secara terbuka mengkonfirmasi diagnosis vitiligo-nya dalam sebuah wawancara dengan Oprah Winfrey pada tahun 1993.
Tulisan ini akan lebih jauh membahas VITILIGO, sebuah kondisi kulit yang bisa dialami siapa saja dari kalangan apapun juga.
Apa itu Vitiligo
Vitiligo adalah kondisi kulit (jangka panjang) di mana kulit kehilangan warnanya (pigmen) karena kerusakan atau disfungsi melanosit, sel-sel yang memproduksi melanin, sehingga menghasilkan bercak-bercak putih susu yang dapat muncul di mana saja di tubuh, termasuk rambut, bagian dalam mulut, dan mata. Meskipun tidak berbahaya atau menular, vitiligo dapat memengaruhi kepercayaan diri dan seringkali memerlukan perawatan untuk mengelola atau memperlambat penyebarannya.
Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menghancurkan melanosit. Melanosit adalah sel-sel kulit yang memproduksi melanin, yaitu zat kimia yang memberi warna atau pigmentasi pada kulit.
Gejala Vitiligo
Vitiligo menyebabkan bercak-bercak kulit putih yang seringkali simetris (rata), dengan batas gelap atau merah. Bercak-bercak tersebut dapat terjadi di mana saja, tetapi area yang paling sering terkena adalah punggung tangan, wajah, dan area yang memiliki lipatan kulit, seperti ketiak dan alat kelamin. Bukaan tubuh seperti bibir, mata, puting, dan anus juga merupakan area umum terjadinya vitiligo, begitu pula area yang terbakar sinar matahari.
Vitiligo dapat terjadi secara tiba-tiba, sehingga area kulit yang cukup luas dapat dengan cepat kehilangan pigmennya selama tahap awal kondisi tersebut, namun kemudian bercak-bercak kulit yang memutih ini dapat tiba-tiba berhenti meluas selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Pengobatan Vitiligo
Tujuan pengobatan adalah untuk meminimalkan kontras warna antara kulit normal Anda dan bercak kulit yang telah kehilangan pigmen. Pengobatan juga membantu jika vitiligo menyebabkan tekanan emosional atau sosial.
Melindungi area vitiligo dari sinar matahari. Area tanpa pigmen sangat mudah terbakar sinar matahari yang berisiko terjadinya kanker kulit. Gunakan pakaian yang sepenuhnya melindungi dari sengatan matahari.
Gunakan tabir surya dengan faktor perlindungan matahari (SPF) minimal 30 pada area yang terkena vitiligo.
Pengobatan topikal dengan mengoleskan langsung ke kulit. Krim atau salep steroid dioleskan sekali sehari hingga beberapa bulan. Obat-obatan ini tidak selalu efektif, dan dapat menipiskan kulit jika digunakan terus menerus. Obat topikal lain yang mungkin bermanfaat termasuk tacrolimus (Protopic), pimecrolimus (Elidel), dan ruxolitinib (•σlura).
Pengobatan sinar ultraviolet B dapat efektif untuk mengobati vitiligo pada banyak pasien. Cara penggunaannya tergantung kondisi dan luasan bercak. Ada yang cukup dengan alat UV genggam, ada juga dengan ruangan khusus. Pengobatan dilakukan beberapa kali, biasanya tiga kali seminggu dan setidaknya selama enam bulan. Efek samping, yang harus dibahas secara menyeluruh dengan dokter kulit Anda, termasuk gatal, nyeri, dan kulit terbakar, serta peningkatan risiko kanker kulit.
Pengobatan psoralen plus sinar ultraviolet A (biasanya disebut PUVA) Psoralen adalah obat yang menyebabkan kulit menjadi gelap ketika bereaksi dengan sinar ultraviolet A. Obat ini dapat dioleskan sebagai krim atau diminum dalam bentuk pil. Setelah obat psoralen digunakan, Anda akan terpapar sinar ultraviolet. Risiko PUVA: perawatan PUVA tidak diperuntukkan bagi wanita hamil, wanita yang sedang menyusui, atau anak-anak di bawah usia 10 tahun. Terdapat juga peningkatan risiko kanker kulit.
Obat oral yang menekan sistem kekebalan tubuh terkadang dapat memungkinkan pigmentasi normal kembali. Untuk orang yang memiliki area kulit yang luas, steroid oral terkadang digunakan sebagai pengganti steroid yang dioleskan ke kulit.
Depigmentasi untuk penderita vitiligo parah. Dapat menghilangkan warna dari kulit normal, membuat seluruh kulit berwarna sama putih. Larutan pemutih yang disebut monobenzone (juga disebut monobenzyl ether of hydroquinone; nama merek: Benoquin) dioleskan ke kulit yang berpigmen normal. Mungkin diperlukan dua atau tiga bulan sebelum Anda melihat efeknya. Sekitar 95% orang akan mengalami depigmentasi dalam waktu 12 bulan, dan kemudian harus menghindari paparan sinar matahari. Efek samping dapat meliputi kemerahan kulit, kekeringan, gatal, dan rasa terbakar, terutama di wajah. Perawatan ini jarang digunakan karena kulit tanpa pigmen rentan terhadap kerusakan akibat paparan sinar matahari.
Perawatan bedah: Ini termasuk pencangkokan kulit dan teknik lain untuk menempatkan melanosit sehat ke dalam kulit yang terkena vitiligo. Pilihan ini mungkin tidak bekerja dengan baik pada semua pasien; misalnya, biasanya dihindari untuk orang yang cenderung membentuk banyak jaringan parut di kulit.
Kapan harus menghubungi dokter?
Jika Anda mengalami bercak-bercak putih yang bukan panu, dan tidak segera menghilang bahkan meluas meskipun sudah mengoleskan salep atau obat kulit. Konsultasi dengan dokter ahli kulit atau dermatologis sangat disarankan untuk penanganan yang tepat dan aman. Pemahaman yang tepat penting bagi orang yang hidup dengan vitiligo dan keluarganya. Ini mengurangi tekanan emosional dan salah paham yang memperburuk situasi.
Figur publik membantu meluruskan stigma Vitiligo
Selain itu, pemahaman masyarakat yang tepat tentang vitiligo semakin terbantu oleh keterbukaan sejumlah tokoh terkenal dunia. Model internasional Winnie Harlow dikenal luas karena secara konsisten mengedukasi publik bahwa vitiligo bukan penyakit menular dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Michael Jackson yang hidup dengan vitiligo—meskipun selama bertahun-tahun disalahpahami dan memicu stigma—ia tetap berkarya bahkan menghasilkan banyak karya megah dan abadi. Dokter Salma Kyana, MRes Putri Indonesia DKI Jakarta, 2023 adalah orang yang hidup dengan vitiligo dan tetap berprestasi. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut di ruang publik menunjukkan bahwa vitiligo tidak saja tidak menular dan aib, bahkan tidak akan membatasi gerak, kemampuan, maupun kontribusi seseorang dalam masyarakat. Mari terima mereka apa adanya tanpa stigma.



