Remisi Diabetes, Harapan Baru atau Harapan Palsu?

Kondisi Remisi diabetes adalah kondisi ketika kadar gula darah kembali berada di bawah ambang diabetes tanpa bantuan obat penurun gula darah selama minimal tiga bulan. Apa sebenarnya yang terjadi dalam tubuh kita dalam kondisi ini?

“Program Remisi Diabetes Dok?” tanya Susi kepada dokter Eka. “Betul Mbak Susi. Dari catatan medis, kondisi Anda adalah diabetes mellitus tipe 2 dan telah berlangsung selama 3,5 tahun sampai dengan pemeriksaan hari ini. Program remisi ini dianggap berhasil jika dalam 6 bulan ke depan atau setidaknya 3 bulan di awal, dengan disiplin dan pengawasan kami, Mbak Susi tidak lagi harus mengkonsumsi obat-obatan penurun gula darah.” Dokter Eka, melanjutkan penjelasannya dengan lebih rinci ketika Susi menerima program tersebut. 

Remisi Diabetes, Harapan Bagi Penderita DM tipe 2

Kondisi Remisi diabetes seperti yang diharapkan terjadi pada Susi adalah kondisi ketika kadar gula darah kembali berada di bawah ambang diabetes tanpa bantuan obat penurun gula darah selama minimal tiga bulan. Dalam dunia medis, ukuran yang sering digunakan adalah adanya kadar HbA1c di bawah 6,5 persen. HbA1c (Hemoglobin A1c, sering juga disebut sebagai glikohemoglobin atau glukosa darah) adalah tes darah yang digunakan oleh dunia medis untuk mengukur rata-rata kadar gula darah seseorang selama 2 hingga 3 bulan terakhir.

Remisi tidak berarti bahwa diabetes tipe 2 sembuh atau pulih. Intoleransi glukosa yang mendasarinya mungkin berlanjut, peningkatan risiko kesehatan kardiovaskular mungkin berlanjut dan, seiring waktu, kadar glukosa dapat kembali ke tingkat yang menunjukkan diabetes tipe 2 yang membutuhkan intervensi lebih lanjut. Dengan demikian, mencapai remisi berarti bahwa seseorang memiliki HbA1c kurang dari 6,5% (48 mmol/mol) melalui perubahan perilaku kesehatan yang intensif daripada obat penurun glukosa. Karena itu, istilah yang digunakan adalah “remisi”, bukan “sembuh total”. 

Meski demikian, kabar tentang remisi memberi harapan baru bagi jutaan orang dengan diabetes tipe 2. Tidak seperti DM tipe 1 yang bersifat genetik dan permanen, Diabetes tipe 2 dengan pemrograman terstruktur oleh dokter ahli dan kedisiplinan pasien dalam menjalani hidup sehat, kemungkinan untuk bebas dari keharusan minum obat setiap hari seumur hidup bisa dicapai. 

Siapa yang memenuhi syarat 

Program Jalur Menuju Remisi Diabetes Tipe 2 tidak cocok untuk semua orang dan ada beberapa persyaratan kelayakan yang harus dipenuhi agar dapat berpartisipasi. Persyaratan tersebut meliputi:

  1. Memiliki diagnosis diabetes tipe 2 dalam 6 tahun terakhir, dan
  2. Memiliki Body Mass Index (BMI) di atas 27 kg/m2 (jika individu berasal dari kelompok etnis Kulit Putih) atau di atas 25 kg/m2 (jika individu berasal dari kelompok etnis Kulit Hitam, Asia, dan lainnya)

Orang yang tertarik untuk bergabung dengan program ini dapat mendiskusikan keadaan individu mereka dengan dokter umum atau tim pemantau diabetes mereka untuk mengetahui apakah program ini cocok untuk mereka. 

Baca juga:  Kebugaran Mental vs Fisik: Mana Lebih Penting di Era Burnout?

Bagaimana Remisi Dicapai

Remisi paling sering dipicu oleh penurunan berat badan yang signifikan dan disengaja, yang membantu mengurangi kelebihan lemak di hati dan pankreas, sehingga mengembalikan sensitivitas insulin alami tubuh.

Target Penurunan Berat Badan: Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan 10 hingga 15 kg (sekitar 22 hingga 33 lbs) seringkali diperlukan, dengan penurunan berat badan yang lebih besar berkorelasi dengan kemungkinan remisi yang lebih tinggi.

Perubahan Pola Makan: Banyak individu menggunakan program pengelolaan berat badan terstruktur, seperti strategi diet rendah kalori atau penggantian diet total (misalnya, diet sup dan minuman pengganti makanan di bawah pengawasan medis) untuk memulai penurunan berat badan.

Intervensi Gaya Hidup: Meningkatkan aktivitas fisik, seperti berjalan kaki setelah makan, dikombinasikan dengan dukungan nutrisi, memainkan peran penting dalam mempertahankan penurunan berat badan

Rencana Program Remisi Diabetes Ibu Susi

Setelah Susi memahami apa yang akan ia jalani dalam kurang lebih sebelas hingga duabelas bulan ke depan, dokter Eka memberikan garis besar rencana remisi diabetes untuknya, seperti di bawah ini: 

  1. Penurunan Berat Badan yang Terstruktur: Target penurunan berat badan sekitar 10% hingga 15% dari berat badan saat ini (untuk berat badan berlebih atau obesitas). Pemangkasan lemak visceral (lemak perut) adalah kunci utama membangunkan kembali fungsi pankreas.
  2. Restrukturisasi Pola Makan (Diet Rendah Kalori & Karbohidrat): Fokus pada pengurangan karbohidrat sederhana, gula rafinasi, dan makanan olahan. Ganti dengan karbohidrat kompleks berserat tinggi, protein cukup, dan lemak sehat yang tidak memicu lonjakan insulin secara ekstrem.
  3. Latihan Fisik Kombinasi: Lakukan olahraga kombinasi antara kardio (seperti jalan cepat atau bersepeda) untuk membakar kalori, serta latihan beban (resistance training) minimal 2-3 kali seminggu untuk meningkatkan sensitivitas insulin pada otot.

Remisi Diabetes bukan Harapan Palsu…

Dua belas bulan kemudian, ketika Susi berkonsultasi dengan dokter Eka, mereka berdua melihat ulang perjalanan program remisi itu. 

Kondisi Awal: Ibu Susi (47 tahun).  Diabetes Mellitus tipe 2.  Hemoglobin A1C (HbA1c) 8.2% dan berat badan 75 kg (kelebihan berat badan). Obat dari dokter Eka: Metformin 2x500mg.

Bulan 1- 3 (Intervensi Agresif): 

Program penurunan berat badan dengan dokter Atin  (Gizi), meliputi: pengaturan asupan kalori harian dan menu makanan sehat. Memastikan asupan karbohidrat kompleks dan protein cukup tinggi agar massa otot tidak ikut menyusut saat berat badan turun. Program olahraga: kombinasi jalan kaki dan berenang dengan jadwal berselang-seling. Masing-masing 3 kali seminggu, dengan durasi 30-45 menit (dengan pengawasan, peningkatan durasi disesuaikan ). 

Hasil: berat badan turun 8 kilogram, gula darah stabil di bawah angka 6,5%. Dosis obat menjadi 1 kali 500mg metformin.

Bulan 4 – 6 : 

Program penurunan BB dan olahraga: diteruskan

Hasil:berat badan turun ke angka 63. Gula darah konsisten di bawah 100 mg/dl.  

Baca juga:  Ini Psorisis Arthritis Bukan Dikutuk Ular!

dokter memutuskan untuk menghentikan seluruh obat diabetes untuk melihat respons tubuhnya.

Bulan  7-9: program diet dan olahraga berjalan mandiri, meneruskan program dokter Atin. Tidak lagi mengkonsumsi obat diabetes. Berat badan stabil di angka 60 kilogram. Kadar gula darah normal.

Bulan 10 : Sejak bulan ke-7 hingga 9 Bu Susi tidak lagi konsumsi obat diabetes. Hasil tes HbA1c adalah 6.1% (di bawah target 6.5%). Karena kadar gula darahnya normal selama 3 bulan tanpa bantuan obat, Ibu Susi dinyatakan telah mencapai kondisi  Remisi Diabetes. Meskipun demikian, konsultasi dokter tetap dijadwalkan setiap bulan untuk memantau perkembangannya. 

….Hanya Perlu Disiplin dan Determinasi Tinggi

Data pemantauan jangka panjang yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Diabetes & Endocrinology (tautannya bisa dilihat dalam laman NHS England) menunjukkan hasil pelacakan hingga 5 tahun:

  • Pasien yang terus mendapatkan bimbingan pola hidup sehat secara terstruktur mampu mempertahankan remisi mereka hingga tahun ke-5.
  • Rata-rata pasien dalam kelompok remisi ini memiliki kadar HbA1c yang tetap stabil di bawah 6,5% meskipun durasi penyakit mereka secara kronologis sudah bertambah tua.
  • Keuntungan Medis Tambahan: Data 5 tahun ini membuktikan bahwa pasien yang berhasil mempertahankan remisi mengalami penurunan risiko komplikasi serius hingga 54% (seperti serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal) dibandingkan dengan pasien diabetes yang hanya mengandalkan perawatan obat standar tanpa penurunan berat badan.

Apa Kunci Utama agar Remisi Bisa Bertahan Lebih dari Setahun?

Data medis juga mengidentifikasi faktor penentu mengapa ada pasien yang mampu mempertahankan kondisi remisi selama tahunan dan mengapa ada yang mengalami kambuh (relapse). Faktor yang mempengaruhi ketahanan itu antara lain: 

  • Mencegah Weight Regain (Berat Badan Naik Kembali): Ini adalah kunci nomor satu. Jika berat badan naik kembali (bahkan hanya 2–3 kg), lemak visceral akan mulai kembali menumpuk di hati dan pankreas, yang lambat laun akan “menidurkan” kembali sel beta pankreas dan memicu resistensi insulin ulang.
  • Perubahan Identitas Gaya Hidup: Pasien yang remisinya bertahan lama adalah mereka yang tidak menganggap diet rendah kalori sebagai “program sementara 3 bulan”, melainkan mengubahnya menjadi kebiasaan permanen (memilih karbohidrat kompleks, membatasi gula rafinasi, dan konsisten berolahraga).
  • Mempertahankan Massa Otot: Pasien yang mengombinasikan diet dengan latihan beban (resistance training) memiliki ketahanan remisi yang jauh lebih baik, karena otot yang terlatih bertindak sebagai penampung gula darah alami yang aktif 24 jam.

Pada akhirnya, harapan ini menjadi kenyataan ataukah hanya sesaat tetap kembali kepada pola hidup sehat para pasien DM tipe 2 itu sendiri. Tekad yang kuat untuk bebas dari obat diabetes serta penangan dokter yang tepat, memang menjadi faktor keberuntungan seorang penderita DM tipe 2 untuk mendapatkan remisi diabetes dan terhindar dari risiko yang ditimbulkan akibat kondisi DM. Semua mungkin terjadi.

Avatar untuk Yanne E.S

Tentang Penulis

Ibu penuh waktu yang hobi berenang, piknik, menulis, membaca. Peduli kesehatan dan kesejahteraan sesama makhluk bumi. Alumni Pelatihan Terapis Kinesio Indonesia.

Bagikan

Referensi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sebelumnya

Rekomendasi Trek Lari dan Hiking Populer di Indonesia

Selanjutnya

Workout di Pantai: Rutinitas Latihan Fisik yang Cocok untuk Bali, Jogja, hingga Surabaya

Program Latihan

Killer Abs

Kesulitan

Mudah

10

menit

Alat

Tanpa Alat

Otot

Fleksor Pinggul, Inti (Core), Perut Bawah, Perut Samping, Perut Six Pack

Killer Abs

Bakar Kalori & Lemak Workout

Kesulitan

Menengah

13

menit

Alat

Tanpa Alat

Otot

Betis, Bokong, Fleksor Pinggul, Hamstring, Paha Depan, Perut Six Pack

Bakar Kalori & Lemak Workout

Full Body – Membara!! Workout

Kesulitan

Susah

6

menit

Alat

Pull-up Bar

Otot

Betis, Dada, Hamstring, Paha Depan, Sayap / Lats, Trapezius, Trisep

Full Body – Membara!! Workout

Lihat semua program latihan